4 Foundation Terbaik Selama 2018

2018 kemarin gue lumayan banyak beli produk complexion baru, baik itu dari cushion, foundation atau  bedak. Dari sekian banyak produk complexion yang gue coba ini, ada beberapa brand yang standout dan jadi produk favorit gue. Yang kali ini mau gue share adalah foundation, kebetulan banyak juga yang minta rekomendasi foundation terbaik gue. Jadi, setelah gue coba-coba lagi dan inget-inget, ini adalah foundation yang selalu gue pakai dan rekomendasikan ke orang-orang.

Innisfree My To Go Foundation 2.5 – N23 (Rp325.000)

Foundation ini baru launching di pertengahan tahun 2018, tapi langsung naik jadi peringkat satu foundation wajib punya dan andalan! Gue suka karena bisa milih hasil akhirnya, mau matte, dewy atau satin. Begitu juga dengan tingkat coverange-nya, bisa milih mau sheer, medium atau full. Nah, yang gw punya ini adalah 2.5 artinya hasil akhirnya satin dan coverage yang tinggi. Untuk hasil akhir menurut gw saat baru dipakai foundation ini hinyaaay banget! Tapi nggak berasa lengket di muka. Pakainya sih dua pump udah cukup banget buat samapai leher. Coverange-nya? Medium-full. Satu layer udah cukup buat nutupin merah-merah, layer ke-2 udah bisa nutupin bekas jerawat di muka. Menggelap nggak setelah dipakai? Di gue sih nggak, paling baru keliatan kusam or gelap setelah penggunaan lebih dari 8 jam karena muka udah minyakan.

Rosé All Day The Realest Lightweight Foundation – Light (Rp209.000,-)

Bought a second bottle of this foundation! Iya, saking sukanya sampe habisin satu botol dalam jangka waktu beberapa bulan, hehe. Dipromosikan sebagai foundation lightweight, tapi ternyata foundation ini teksturnya creamy dan cukup padat. Tapi begitu di-blend di muka, foundation ini terasa ringan banget! Untuk hasil akhir foundation ini menurut gue satin finish, dan coverage-nya adalah light-medium. Kalau butuh extra coverage, ya tinggal tambahkan layer kedua atau tiga. Foundation ini juga nggak oksidasi atau menggelap di kulit gw. Untuk ketahanannya, gue baru berasa oily setelah pakai ini 6 jam.

Make Over Ultra Liquid Matte Foundation

A lot improvement dari produk yang satu ini dari sejak dia launching. Jadi ini adalah produk yang pertama gw coba dari Make Over pas mereka launching ages ago. Dari awal gue udah suka, karena untuk brand lokal, foundation ini teksturnya okei, sheer to medium coverage dan nggak cling to dry patches or pores. Warnanya dulu dikit banget tapi sekarang udah banyak dan undeetone-nya udah pas pulak buat kulit perempuan Indonesia.

Anyway, saat dipakai menurut gue foundation ini sheer to medium, jadi kalau memang butuh coverage yang lebih ya, tinggal tambahin aja layer ke-2 atau 3. Pas dipakai hasilnya sih kelihatan satin, jadi nggak 100% matte banget.

Maybelline Fit Me Matte/ Maybelline Fit Me Dewy

Ini salah satu foundation yang selalu gue rekomendasikan ke siapapun yang nyari foundation dengan kriteria bagus,  harga terjangkau dan pilihan warna banyak. Gue sendiri sudah menghabiskan satu botol foundation Maybelline Fit Me Matte, sesuka itu sih gue dengan foundation ini. Dari segi coverage foundation ini udah cukup banget untuk nutupin acne scar. Hasil akhirnya pun nggak terlalu matte, jadi dipakai oleh kulit kering pun masih aman-aman aja. Ketika gue pakai foundation ini, gue ngerasa kulit gue bagus banget, smooth, glowing dan nggak dempulan. Kekurangan foundation ini menurut gue cuma satu, yaitu menggelap setelah lima menit dipakai. Jadi, kalau mau beli ya, beli satu atau dua shade lebih terang dari warna asli kulit kalian.

Mana yang harus dipilih dari foundation-foundation ini? Gue sih nggak bisa milih satu dari keempatnya. Gue suka semua foundation yang gue sebutin di atas ini. Buat kalian yang bingung milih, coba deh dibikin point-point apa aja yang kalian cari saat ingin membeli foundation. Apakah dari harga, hasil akhir, awet dan kemudahannya untuk dibeli.

Semoga artikel ini membantu kalian yang lagi mencari foundation ya :).

2018 in A Nutshell

Beneran deh tahun 2018 itu roller coaster yang nggak kira-kira. Kalau digambarin di grafik Influencer yang suka beli followers, grafik 2018 gw turun amblas dan naik yang boom tinggi nggak kira-kira, haha!

Tahun ini banyak banget hal-hal unexpected yang terjadi sama gw. Mulai dari sedih putus sampai ada sedikit kemajuan di karir gw. Dan di tahun ini pula, gw baru mulai kenal yang namanya self love and pat pat my self in the back.

Opening 2018 buat gw sangat JELEK banget! Sampe rasanya kok kaya lagi dimainin sama Tuhan? Kok mulai tahun 2018 berat banget? Mulai dari putus, masalah kecil kaya mobil keserempet, kena tilang, barang ilang, menjauh dari pertemanan dan yang lainnya. Sampai di titik gw depresi banget dan mikir untuk suicidal.

Hal-hal apa aja sih yang bikin gw down selama kurang lebih 6 bulan pertama di tahun 2018?

Sad part, I have to say goodbye to him. (major part)

Iya, saya putus akhir tahun 2017 dan galaunya sampai tahun 2018 pertengahan, haha. Kalau yang follow IG gw, pasti kerasa deh masa-masa galaunya :)). Ini salah satu keputusan terberat gw selama tahun 2017-2018, untuk buletin niat putus. Alasan putus kenapa? In the end, visi dan misi kami berbeda dan mengingat sudah mau melanjutkan ketahap selanjutnya, namun salah satu nggak ada yang mau ngalah, baiknya pisah saja.

Sejak keputusan itu diambil, I hate everything in my life, including my full time, part time job, hobby, people around me, even myself. At this point I see my self as a failure. Seorang yang nggak bisa menghasilkan suatu karya atau hal yang hebat atau yang dipuji orang. And yes, I was depressed sampai kepikiran yang suicidal. Saking parahnya sempat mikir untuk resign aja dari kantor, toh, rasanya tulisan yang gw bikin not good enough for this office yang lagi growing parah and I can’t give more with my current state.

But thank God,  semua hal-hal negatif itu bertahan sekitar 4 bulan saja! And I got better!

How? 

To be honest? Karena ketemu sama seseorang. Yang gw suka dari orang ini adalah gw bisa cerita apapun tentang hidup gw. Mulai mantan, kerjaan, pertemanan, everything! Nggak cuma ngobrol aja, gw sama dia tuh bisa discuss suatu hal sampai nemu jalan keluarnya. This is something new yang nggak pernah gw alamin selama ini. Karena sering ngobrol dan tukar pikiran, akhirnya gw belajar banyak hal dari dia.

Key takeaways from the 2018 lessons

I learn to control my emotion (rage), my depression, my self doubt (masih sih sampai hari ini, tapi much better now), and I got to learn how to appreciate and love my self a little bit. 

Gw ngerasa dalam hal kerjaan udah lebih membaik, belum perfect tapi at least sudah berkembang dikit. Baru sadar sekarang, udah mau 8 bulan nggak pernah mikir suicidal, walaupun lagi stress banget. I can communicate better with other people. In general, at the end of 2018 I feel better and happier.

Hello July, where’s everything started to look great

For the first time, setelah 8 tahun lebih gw merasa excited untuk ngerayain ulang tahun sendiri. I went to Hongkong for my birthday trip! Setelah pulang, I feel much better dan merasa this is the time for to fix my self and all my problem problems.

Fast forward to September 2018, Im feeling like my old self but better version. Kaya yang gw bilang tadi, dalam hal kerjaan gw jadi lebih better dan akhirnya bisa sounding ke boss kalau I need more! Gw juga nggak malu-malu lagi untuk mengeluarkan ide-ide aneh gw saat meeting, and turns out, ide aneh gw itu ya, emang kadang cuma di kepala aja.

Dan gong-nya untuk kerjaan kantor adalah…. ke EROPA! Empat tahun, akhirnya diberikan kepercayaan untuk liputan yang jauh dan dengan tuntutan yang besar pula. PR liputan banyak dan ini gw semangat kerjainnya karena banyak ilmu yang gw dapet selama trip kemarin.

Di luar kerjaan utama, kerjaan sampingan gw juga makin membaik. I got 6 brides! Sampai detik ini masih nggak nyangka kalau ternyata makeup skill gw udah dipercaya untuk handle pengantin. Hal lain yang gw syukurin dari kerjaan MUA gw adalah, 99% klien gw baikkkk semua! Hehe

So, closing 2018 I feel better, a lot better! And I can’t wait to see what I can do and improve in 2019!

Guavapass, Worth it Kah?

Lagi mikir mau join Guavapass tapi bingung ini worth atau nggak?Kali ini gue mau share sedikit tentang apa itu Guavapass, kenapa gue suka dan kira-kira ini worth it nggak untuk kalian ikutin.

Image Source:  healthbeginswithher.com.ph

Jadi Guavapass adalah membership apps yang bekerjasama dengan beberapa lokal studio workout dibeberapa negara Asia. Kalau mengikuti membership ini, kita tuh bisa ikut kelas workout disebuah studio sebanyak 3x tiap bulannya. Tapi, nggak ada batasan sebulan kita mau workout beberapa kali. Jadi mau seminggu nyobain lima studio yang berbeda juga nggak masalah. Nggak cuma studio workout aja, kamu juga bisa nyobain gym dan pool area di beberapa hotel.

So far, Guavapass sudah ada di 11 negara Asia termasuk Indonesia. Negara-negara yang sudah didatangi oleh Guavapass adalah Singapore, Malaysia, Hongkong, Abu Dhabi, Bahrain, Beijing, Dubai, Manila, Mumbai, Shanghai. Tapi kalau kamu subscribe Guavapass Indonesia ya, itu hanya bisa dipakai di Indonesia aja sih, hehe.

Untuk harganya sendiri gimana? Harga membership ini beda-beda. Plan dan harganya adalah:

  • 4 class Package ( 1 visit/studio dalam periode 1 bulan) – Rp549.000
  • 8 class package ( 2 visit/studio dalam periode 3 bulan) Rp949.000,-
  • 20 class package ( 3 visit/studio dalam periode 6 bulan) Rp2.249.000,-
  • 6 month unlimited (3 visit/studio) Rp690.000,-
  • 3 month (3 visit/studio)Rp790.000,-

Mahal? Tergantung gimana kalian ngeliatnya. Menurut gue, ini jatuhnya lebih murah dibandingkan kita ikut jadi member di satu studio tertentu. Let’s do a simple math ya. Ikut satu kelas di studio workout yang lagi ramai sekarang itu rata-rata adalah Rp250.000,-/ kelas. Kalau kalian rajin olahraga dua hingga tiga minggu sekali, berarti kalian sudah menghabiskan Rp750.000,-/ minggunya. Sedangkan kalau Guavapass, let’s say kamu ambil yang plan 6 bulan, kamu hanya bayar Rp690.000,-/ beluan dan bisa workout 12 kali selama satu bulan. Jadi jatuhnya lebih murah, kan? Ditambah lagi, kalian nggak bakalan bosen dengan suasana studio yang gitu-gitu aja.

Point plus lainnya, ada banyak banget studio-studio kece yang join di sini. Contohnya ada Sana Studio, Active Barn, Soulbox, Alder, dan Transtation salah satu studio khusus cewek yang baru buka. Kalau join Guavapass, kamu juga bisa tuh hunting trainer hits yang ngajarnya enak di berbagai studio.

So, that’s the plus point dari join Guavapass yang nggak oke-nya apa?

Kebanyakan studio workout adanya di Jakarta Selatan. Di Jakarta Barat, Utara dan Timur masih sedikit banget, jadi buat yang nggak kerja atau tinggal deket Jakarta Selatan bakalan kerasa limited. Kedua, slot perkelas di masing-masing studio itu dikit banget, Misalnya di Sana Studio itu hanya ada dua slot untuk member Guavapass. Jadi kalau mau workout di Sana, harus booking jauh-jauh hari supaya dapet slot. Tapi ini biasanya cuma kejadian di beberapa kelas yang trainernya emang udah terkenal aja.

Sebelum daftar atau jadi member, kamu juga bisa kok cek-cek dulu jadwal, studio dan workout apa aja yang bisa diikuti. Jadi nantinya kalau udah ikutan, kamu nggak akan nyesel karena ngerasa banyak kelas yang nggak bisa diikut. Mau lihat jadwalnya di mana? Bisa langsung dari website mereka atau melalu apps yang bisa kalian download di Apple Store atau Google Play. Sistem pembayaran juga enak, karena nggak harus menggunakan CC. Jadi pakai auto debit dari tabungan pun bisa 😀

So to sum up everything:

Do join if you’re:

  • Aktif workout seminggu minimal tiga kali
  • Suka nyoba berbagai workout/ studio
  • Tinggal/ kerja daerah selatan
  • Pingin nambah circle pertemanan, karena dari kamu join-join kelas, kamu bisa kenalan sama banyak orang dengan background berbeda

Don’t join if you:

  • Cuma mau iseng ikut-ikutan temen atau tren
  • Bukan workout addict

So, at the end pilihan jatuh di tangan kalian dan kalian lah yang bisa nilia sendiri kira-kira worth it atau nggak ikut membership ini. Kalau gue, jelas worth it banget karena emang gue lagi suka workout dan lokasi studio deket banget sama kantor yang sekarang.

 

Review Mavala Nail Hardner

Nope, I wasn’t born with strong nails! Jadi kebayang nggak waktu gue mulai suka nail art dan sok-sokan mau jadi nail polish swatches, tapi kondisi kuku patah mulu? Akhirnya gue nggak bisa sering-sering nge-swatch nail polish layaknya nail blogger di luar. Atau, kalau bisa pun bisa ya, kukunya pendek banget dan bikin swatch-nya nggak cakep. Setelah hampir setahun ngalamin kuku rapuh yang gampang sobek dan ngelupas, gw nyari solusi gimana biar kuku gue kuat.

Dari research kecil-kecilan, gue nemuin tip untuk rajin mengoleskan bawang putih pada kuku. Katanya ini ngaruh banget buat bikin kuku kuat. Kenapa harus bawang putih? Karena pada bawang putih itu ada kandungan yang disebut Selenium yang fungsinya untuk memperkuat kuku. Bawang putih juga merupakan antiseptik dan kaya antioksidan yang bisa ngebantu kuku lebih sehat dan kuat. Okei, secara penjelasannya menarik banget sih pakai bawang putih untuk memperkuat kuku selain itu murah pula harganya.

Tapi apakah ini praktikal? Jawabannya tentu saja nggak, mengingat bau bawang putih akan menempel pada kuku, and I don’t want that! Makanya gue mutusin untuk nyari aja serum kuku yang lebih mudah dipakai dan nggak bikin tangan bau, hehe.

Setelah nyari dan mendapatkan banyak rekomendasi, gue mutusin untuk nyoba dari Mavala karena dari review yang gue baca katanya produk ini beneran efektif bikin kuku kuat. Selain itu produk ini  available di Indonesia, jadi gampang buat dibelinya.

Sesuai namanya ini adalah serum atau vitamin kuku yang dipakai dua hingga tiga kali seminggu untuk ngebantu kuku biar lebih kuat. Serum atau vitamin ini dipakai pada kuku yang bersih (nggak ada kuteks) dan cukup diaplikasikan pada ujung kuku aja. Kalau bisa sih, jangan sampai kena ke area kutikula, soalnya nanti kutikula kita ikutan keras.

Hasilnya? Dalam dua minggu pemakaian kuku gue langsung kelihatan perbedaannya, yaitu jadi lebih keras dan mengelupas atau chipped nails-nya berkurang banget. Nah, kalau kondisi kuku sudah kuat banget, penggunaan serum vitamin ini boleh dikurangi, misalnya jadi seminggu sekali aja untuk maintanance.

Oh ya, jangan kaget ya begitu ngelihat ukuran dan harga produk ini. Jujur untuk 5ml dengan harga Rp222.000,-, vitamin ini tergolong mahal, hehe. Tapi dengan keampuhannya buat bikin kuku lebih kuat dan nggak mudah patah, di jamin ini worth it banget. Oh ya, walau pun isinya cuma 5ml aja, ini bisa awet sampai tujuh bulan pemakaian lho.

Jadi, kalau memang kamu butuh penguat kuku yang oke dan mudah dibeli, rasanya Mavala Nail Hardner ini wajib dilirik sih. Belinya di mana? Aku kemarin belinya di Watson PIM 2.

First Post!

about-pic

Jadi, setelah hampir dua tahun vacum dari nge-blog, tahun ini gw mutusin untuk balik bikin blog lagi. Kalau dulu punya blog under Polish Wonderland, which is di blog tersebut lebih banyak ngomongin tentang nail art dan review nail polish, nah di blog kali ini topik yang dibahas akan lebih banyak. Apa aja yang akan di bahas? Semua tentang beauty sih, tapi bentuknya tetep personal gitu. Yang jelas nanti akan ada review skincare, makeup, nail art, olahraga sama ada tentang curhatan sedikit deh, biar kalian kenal gw lebih jauh lagi.

Seberapa sering akan nulis? Wah, itu belum tahu sih, hehe. Yang jelas diusahakan serajin mungkin dan diusahakan tetep nulis review new product secepatnya di sini. So that’s it for me now.. See you guys soon on my other blog post..

 

Love,
Ochell.